Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 November 2011

Liputan Foto - Makam Sunan Ampel

Makam Sunan Ampel berada di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Kotamadya Surabaya, Jawa Timur. Karena letaknya ditengah kota, Makam Sunan Ampel mudah dijangkau oleh kendaraan apapun.

Makam Sunan Ampel menjadi ziarah religi di kota Surabaya yang banyak di kunjungi oleh peziarah. Makam Raden Muhammad Ali Rahmatullah atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel, terletak di belakang mesjid. Untuk mencapai makam harus melewati sembilan gapura, sesuai arah mata angin, yang melambangkan wali songo atau sembilan wali. 


Makam Sunan Ampel tak pernah sepi dari peziarah, terutama di bulan Ramadan. Setiap hari sekitar seratusan peziarah berdatangan ke makam Sunan Ampel. Mereka datang dari berbagai daerah.

Hampir tiap hari, peziarah mengalir ke makam Sunan Ampel. Jika saat Ramadan terutama pada malam ganjil. Maklum Sunan Ampel adalah salah satu tokoh penyebar Islam di Jawa. Bernama kecil Raden Rahmat, Sunan Ampel adalah anak salah satu Wali Songo, Sunan Maulana Malik Ibrahim.

Air minum gentong ini berasal dari sumber air yang konon katanya airnya tidak pernah habis, bahkan pada musim kering sekalipun. Peziarah dapat meminum langsung air ini melalui gelas yang disediakan di sana. Atau anda juga boleh memasukkannya ke dalam botol untuk dibawa pulang. Ada sebagian orang yang menggunakan air ini untuk membasuh wajah. Menurut sebagian orang, air ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Peraturan di daerah makam di tulis dengan 5 Bahasa, yaitu Indonesia, Arab, Belanda, Jawa, dan Melayu

Suasana di dalam makam, sebenarnya ada peraturan tidak boleh memotret di sekitar makam, namun foto ini saya ambil dengan "self timer" dan kamera saya gantungkan di depan perut / dada.

Tempat Buang Air bagi Pria

Suasana menuju pintu keluar

Kamis, 18 Agustus 2011

Blue Hour

Menjelang senja ketika langit masih nampak biru dan lampu-lampu sudah mulai dinyalakan. Kombinasi antara langit biru dan pendar lampu dapat menjadi daya tarik yang sangat kuat dalam foto yang di buat. Kondisi tersebut disebut Blue Hour.

Berikut ini tips dari saya disertai foto - foto Blue Hour saya, yang saya eksekusi dengan kamera Nikon D90, Lensa Nikkor 18-105 VR, dan Filter CPL.

Waktu pengambilan foto Blue Hour adalah kira - kira jam 18.30 s/d 19.00
Harus wajib pake tripod yang kokoh dan tidak bergoyang saat ditiup angin.

Atur diagfragma (aperture) di seputar f/8 – f/16 untuk mendapat ruang tajam yang seluas-luasnya.

Disarankan menggunakan kabel shutter release, untuk menghindari goyangan pada kamera

Gunakan ISO serendah mungkin, misalnya ISO 100

Bukaan diagfragma yang relatif kecil & ISO yang rendah, maka konsekuensinya shutter speed akan sangat lambat. Shutter speed-nya rata-rata di atas 1 detik bukan lagi 1/sekian detik. Pemotretan dengan kecepatan di atas 1 detik itu disebut long exposure. Dengan kecepatan di atas 1 detik rentan foto menjadi blur akibat guncangan kecil, maka disarankan untuk menggunakan tripod yang kokoh serta kabel release, demikian tips dari saya, terima kasih.